- Hypnosis
Seni Komunikasi verbal maupun nonverbal yg bertujuan membawa gelombang pikiran klien/seseorang menuju trance
- Hypnotist
Juru/Pelaku yg menggunakan Hypnosis
-Klien/Seorang
Orang yg menerima induksi menuju trance.
-Induksi
Serangkaian proses untuk membawa klien menuju trance
-Trance
Kondisi fisik dan pikiran klien saat terhypnosis
-Isolasi
Meminimalkan hubungan klien dari lingkungannya agar lebih terfokus pada proses hypnosis
-Rapport
Jalinan komunikasi yg terjalin antara hypnotist dengan klien selama proses hypnosis
-Deepening
Teknik memperdalam tingkat trance yg dialami klien
-Sugesti
Ide atau saran yg diberikan kepada klien saat mengalami trance
-Terminasi
Mengakhiri hypnosis dan mengembalikan klien/seseorang pada kesadaran normal
2.) Gelombang Otak
Otak Anda terdiri dari milyaran sel otak yang disebut neuron. Setiap neuron saling berkomunikasi (menjalin hubungan) dengan memancarkan gelombang listrik. Gelombang listrik yang dikeluarkan oleh neuron dalam otak inilah yang disebut "gelombang otak" atau brainwave. Jadi yang disebut gelombang otak adalah "arus listrik" yang dikeluarkan oleh otak. Apabila otak tidak lagi mengeluarkan gelombang otak, maka kita tahu bahwa otak tersebut sudah mati.
Gelombang otak bisa diukur dengan peralatan Electroencephalograph (EEG). Diketahui bahwa frekuensi gelombang otak yang dihasilkan oleh neuron bervariasi antara 0-30 Hz dan digolongkan menjadi gelombang delta, theta, alpha dan beta. Setiap gelombang punya karakteristik yang berbeda-beda serta menandakan kondisi mental seseorang.
Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai karakteristik empat jenis gelombang otak yang umumnya muncul pada setiap orang.
Gelombang Beta: Waspada, Konsentrasi.
Kondisi gelombang otak Beta (13-30 Hz) menjaga pikiran kita tetap tajam dan terfokus. Dalam kondisi Beta, otak Anda akan mudah melakukan analisis dan penyusunan informasi, membuat koneksi, dan menghasilkan solusi-solusi serta ide-ide baru. Beta sangat bermanfaat untuk produktivitas kerja, belajar untuk ujian, persiapan presentasi, atau aktivitas lain yang membutuhkan konsentrasi dan kewaspadaan tinggi.
Kondisi gelombang otak Beta (13-30 Hz) menjaga pikiran kita tetap tajam dan terfokus. Dalam kondisi Beta, otak Anda akan mudah melakukan analisis dan penyusunan informasi, membuat koneksi, dan menghasilkan solusi-solusi serta ide-ide baru. Beta sangat bermanfaat untuk produktivitas kerja, belajar untuk ujian, persiapan presentasi, atau aktivitas lain yang membutuhkan konsentrasi dan kewaspadaan tinggi.
Gelombang Alpha: Kreativitas, Relaksasi, Visualisasi
Gelombang otak Alpha (8-13 Hz) sangat kontras dibandingkan dengan kondisi Beta. Kondisi relaks mendorong aliran energi kreativitas dan perasaan segar, sehat. Kondisi gelombang otak Alpha ideal untuk perenungan, memecahkan masalah, dan visualisasi, bertindak sebagai gerbang kreativitas kita.
Gelombang otak Alpha (8-13 Hz) sangat kontras dibandingkan dengan kondisi Beta. Kondisi relaks mendorong aliran energi kreativitas dan perasaan segar, sehat. Kondisi gelombang otak Alpha ideal untuk perenungan, memecahkan masalah, dan visualisasi, bertindak sebagai gerbang kreativitas kita.
Gelombang Theta: Relaksasi mendalam, Meditasi, Peningkatan Memori
Lebih lambat dari Beta, kondisi gelombang otak Theta (4-8 Hz) muncul saat kita bermimpi pada tidur ringan. Atau juga sering dinamakan sebagai mengalami mimpi secara sadar. Frekuensi Theta ini dihubungkan dengan pelepasan stress dan pengingatan kembali memori yang telah lama. Kondisi “senjakala” (twilight) dapat digunakan untuk menuju meditasi yang lebih dalam, menghasilkan peningkatan kesehatan secara keseluruhan, kebutuhan kurang tidur, meningkatkan kreativitas dan pembelajaran.
Lebih lambat dari Beta, kondisi gelombang otak Theta (4-8 Hz) muncul saat kita bermimpi pada tidur ringan. Atau juga sering dinamakan sebagai mengalami mimpi secara sadar. Frekuensi Theta ini dihubungkan dengan pelepasan stress dan pengingatan kembali memori yang telah lama. Kondisi “senjakala” (twilight) dapat digunakan untuk menuju meditasi yang lebih dalam, menghasilkan peningkatan kesehatan secara keseluruhan, kebutuhan kurang tidur, meningkatkan kreativitas dan pembelajaran.
Gelombang Delta: Penyembuhan, Tidur Sangat Nyenyak.
Kondisi Delta (0.5-4 Hz), saat gelombang otak semakin melambat, sering dihubungkan dengan kondisi tidur yang sangat dalam. Beberapa frekuensi dalam jangkauan Delta ini diiringi dengan pelepasan hormon pertumbuhan manusia (Human Growth Hormone), yang bermanfaat dalam penyembuhan. Kondisi Delta, jika dihasilkan dalam kondisi terjaga, akan menyediakan peluang untuk mengakses aktivitas bawah sadar, mendorong alirannya ke pikiran sadar. Kondisi Delta juga sering dihubungkan dengan manusia-manusia yang memiliki perasaan kuat terhadap empati dan intuisi.
Kondisi Delta (0.5-4 Hz), saat gelombang otak semakin melambat, sering dihubungkan dengan kondisi tidur yang sangat dalam. Beberapa frekuensi dalam jangkauan Delta ini diiringi dengan pelepasan hormon pertumbuhan manusia (Human Growth Hormone), yang bermanfaat dalam penyembuhan. Kondisi Delta, jika dihasilkan dalam kondisi terjaga, akan menyediakan peluang untuk mengakses aktivitas bawah sadar, mendorong alirannya ke pikiran sadar. Kondisi Delta juga sering dihubungkan dengan manusia-manusia yang memiliki perasaan kuat terhadap empati dan intuisi.
Pandangan keliru yang selama ini ada dalam benak banyak orang adalah otak hanya menghasilkan satu jenis gelombang pada suatu saat. Saat kita aktif berpikir kita berada pada gelombang beta. Kalau kita rileks kita berada di alfa. Kalau sedang melamun, kita di theta. Dan, kalau tidur lelap kita berada di delta. Pandangan itu salah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada suatu saat, pada umumnya, otak kita menghasilkan empat jenis gelombang secara bersamaan, namun dengan kadar yang berbeda. Misalnya dalam kondisi tidur, otak kita lebih banyak memproduksi gelombang delta, tapi tetap memproduksi theta, alpha dan beta walaupun kadarnya sedikit.
Setiap orang punya pola gelombang otak yang unik dan selalu konsisten. Keunikan itu tampak pada komposisi jenis gelombang pada saat tertentu. Komposisi gelombang otak itu menentukan tingkat kesadaran seseorang. Meditasi adalah salah satu cara paling kuno untuk mengatur pola gelombang otak. Sedangkan bagi masyarakat modern yang sibuk, Terapi Gelombang Otak menjadi salah satu cara favorit untuk mengatur pola gelombang otak agar sesuai dengan kebutuhan.
Sebenarnya, selain 4 jenis gelombang yang kami sebutkan diatas (Delta, Theta, Alpha dan Beta) masih ada gelombang otak yang lebih tinggi yaitu Gamma dengan frekuensi 40-99 Hz, HyperGamma dengan frekuensi tepat 100 Hz dan gelombang Lambda dengan frekuensi tepat 200 Hz. Menurut Dr. Jeffrey. D. Thompson, dari Center for Acoustic Research, gelombang HyperGamma dan Lambda berhubungan dengan kemampuan supranatural, metafisika atau paranormal.
Sedangkan Gelombang Gamma terjadi ketika seseorang mengalami aktifitas mental yang sangat tinggi, misalnya sedang berada di arena pertandingan, perebutan kejuaraan, tampil dimuka umum, sangat panik, ketakutan, terburu-buru karena dikejar deadline pekerjaan atau keadaan lain yang sangat menegangkan bagi orang tersebut.
2.) Tahapan Hypnosis
ada 5 tahapan dalam hipnoterapi, dimana tahapan dalam hipnoterapi ini mempunyai fungsi dan tujuan yang berbeda-beda. Para hipnoterapis professional akan selalu mengacu pada tahapan-tahapan ini, karena tahapan inilah yang menjadi protocol pembantu kesuksesan dalam sesi hipnoterapi.
Tahapan pertama pada sesi hypnosis dikenal dengan Pre-Induction, tahapan ini bertujuan untuk melakukan interview kepada klien terapi. Biasanya tujuan dari interview ini untuk mendapatkan informasi tentang tujuan klien untuk terapi, harapan dari klien dari sesi terapi, identitas klien, hingga permasalahan yang sedang dihadapi klien untuk diselesaikan bersama. Pada tahapan ini pula, seorang terapis akan memberikan edukasi seputar hypnosis.
Tahapan yang kedua adalah Induction. Pada tahapan, ini klien akan di bimbing untuk memasuki kondisi hypnosis (relaks, tenang, santai dan damai). Di tahapan ini pula klien akan di kenalkan dengan kondisi hypnosis.
Setelah proses induksi (induction) selesai, klien akan dibimbing untuk memasuki kondisi hipnosis yang lebih dalam. Tahapan ini dikenal dengan Deepening. Tujuan dari tahapan ini agar pikiran bawah sadar klien menjadi jauh lebih aktif dan pikiran sadar klien di istirahatkan. Agar nantinya sugesti-sugesti positif yang diharapkan menjadi program perubahan pada diri klien dapat di terima dengan baik oleh pikiran bawah sadar. Proses deepening ini bermacam-macam, pada umumnya dalam bentuk hitungan mundur, bisa juga dengan menggunakan metode menuruni tangga. Tergantung pada kreatifitas hypnosis menggunakan metode deepening yang seperti apa.
Kemudian dilanjutkan pada tahapan Sugesti, tahapan dimana seorang hypnotist memberikan sugesti-sugesti yang ditujukan untuk menjadi program perubahan pada pikiran bawah sadar klien.
Terminasi adalah tahapan terakhir dari proses hypnosis. Tahapan ini bertujuan untuk membawa klien kembali pada kesadaran normalnya. Metode terminasi ini pada umumnya kebalikan dari Deepening. Bisa dengan hitungan naik ataupun menaiki tangga.
